
Pujangga Cinta
Cinta itu pedih dan sakit
Saat pujangga kita tak lagi memberi
Ia menolak cinta kita
Saat perasaan ini dihadang realita cinta
Saat kita dibuat gila olehnya
Dibuat marah akan tingkahnya
Saat ini dikesampingkan olehnya
Saat itulah hempasan kering m enaburi hati
Halilintar seakan menyobek kenangan senduh
Gerimispun menghanyutkan perasaan yang tidak jujur
Mata yang berkaca- kaca mewakili ungkapan hati
Yang tak lagi jujur pada diri sendiri
Tahukah engkau dimana singgasana Cinta berada?
Sangat abadi dan misterius
Berada disetiap hati semua insan manusia
Cinta hadir dan kemelut dalam hati
Tahukah engkau harumnya mawar?
Dapatkah engkau ucapkan dengan kata – kata?
Baunya segar,sesegar udara pegunungan
Menyejukkan raga kita akan yang namanya cinta..
Mengapa sulit mengaku cinta?
Mengapa perasaan ini sering dipertanyakan?
Tak ada rumus untuk memecahkannya
Tak ada logika untuk memikirkannya
Wahai pujangga cinta..
Cinta itu tak perlu dimengerti
Cinta itu tak dapat dipahami
Cinta itu tak dapat disimpulkan
Wahai pujangga cinta...
Cinta itu gila saat ia tak lagi bisa dikekang
Cinta itu pilu saat air mata tak lagi bisa dibendung
Kering..terhempas dan tak lagi bisa menipu diri
Cinta itu membuat kita berbohong
Akan hati yang menimbulkan perasaan itu
Akan kejujuran yang hanya bisa dituangkan dalam tulisan
Akan kebohongan yang menutupi keangkuhan
Cinta takkan sedap tanpa bumbu
Yang menaburi disetiap rasanya
Yang memenuhi akan nalarnya
Yang memikirkan akan tingkahnya
Yang melukiskan akan wajahnya
Bumbu asam saat kita dihindarinya
Bumbu pahit saat kita mengetahui ia telah termilki
Bumbu asin saat kita cemburu dan jealous dengannya
Bumbu manis saat kita dekat dengannya
Cinta itu takkan lengkap tanpa kerinduan
Yang merindu bagai bulu perindu
Menggelitik jiwa untuk bertemu
Dikala orang mulai merindu
Haus kering akan kasihnya
Tatkala itu juga perasaan tak dapat dibendung
Perasaan tak lagi berucap bohong
Rindu makin melumut jikalau ia menjauh
Rindu makin merindu jikalau ia menghindar
Cinta takkan sempurna tanpa kepercayaan
Kepercayaan modal kesetiaan
Kepercayaan terperangkap dalam fatamorgana
Ia mulai semu dan kabur saat tak lagi dirasa
Deringan nada cinta hanyalah kepercayaan
Sebagai ikatan percintaan
Kepercayaan sukar diterapkan
Ketika ia mulai menghindar
Kepercayaan tak lagi jujur dan mulai dipertanyakan
Menyerbu saat tau ia menduakan cinta.
Kesetiaan mulai menampakkan ikatan
Saat itulah timbul hubungan
Untuk memilikinya dengan sempurna
Cinta tak lengkap tanpa cemburu
Api cemburu selalu ingin mengikatnya erat
Hingga tak ada pujangga lain yang merampasnya
Cinta itu sebuah kebohongan
Cinta itu keangkuhan jiwa
Cinta itu ketiak jujuran
Cinta itu indah tetapi menyakitkan
Cinta itu kenangan terindah
Cinta itu berawal “tidak”diucapkannya
Cinta itu semanis cokelat dan selezat brownies
Saat orang jatuh cinta,cinta membuatnya gila
Cinta itu sulit ditebak
Kapan datangnya kita tidak akan berasa
Berisikan pura- pura akan sikap
Bersenandung lembut akan virusnya dihati
Beruntaian kata yang berujung tindakan
Beruntaian sikap yang berujung ikatan
Wahai pujangga cinta
Tahukah engkau,”Apa itu cinta?”
Cinta ituindah saat kita tulus memberi dan menerima kedatangannya
Tak ada pintu atau celah agar cinta bisa masuk
Yang ada hanya berisikan wewangian bunga- bunga
Berserakan dihati dan cintapun merasakannya indah
Cinta itu..bahagia,jika orang yang kita cintai tersenyum
Cinta itu..sedih,jika orang yang kita cintai terluka dan sakit
Semoga Kita Termasuk Orang Yang Mempunyai Cinta Dihati Dan Menyemainya Selalu Pada Orang Yang Kita Sayangi.
Cinta itu pedih dan sakit
Saat pujangga kita tak lagi memberi
Ia menolak cinta kita
Saat perasaan ini dihadang realita cinta
Saat kita dibuat gila olehnya
Dibuat marah akan tingkahnya
Saat ini dikesampingkan olehnya
Saat itulah hempasan kering m enaburi hati
Halilintar seakan menyobek kenangan senduh
Gerimispun menghanyutkan perasaan yang tidak jujur
Mata yang berkaca- kaca mewakili ungkapan hati
Yang tak lagi jujur pada diri sendiri
Tahukah engkau dimana singgasana Cinta berada?
Sangat abadi dan misterius
Berada disetiap hati semua insan manusia
Cinta hadir dan kemelut dalam hati
Tahukah engkau harumnya mawar?
Dapatkah engkau ucapkan dengan kata – kata?
Baunya segar,sesegar udara pegunungan
Menyejukkan raga kita akan yang namanya cinta..
Mengapa sulit mengaku cinta?
Mengapa perasaan ini sering dipertanyakan?
Tak ada rumus untuk memecahkannya
Tak ada logika untuk memikirkannya
Wahai pujangga cinta..
Cinta itu tak perlu dimengerti
Cinta itu tak dapat dipahami
Cinta itu tak dapat disimpulkan
Wahai pujangga cinta...
Cinta itu gila saat ia tak lagi bisa dikekang
Cinta itu pilu saat air mata tak lagi bisa dibendung
Kering..terhempas dan tak lagi bisa menipu diri
Cinta itu membuat kita berbohong
Akan hati yang menimbulkan perasaan itu
Akan kejujuran yang hanya bisa dituangkan dalam tulisan
Akan kebohongan yang menutupi keangkuhan
Cinta takkan sedap tanpa bumbu
Yang menaburi disetiap rasanya
Yang memenuhi akan nalarnya
Yang memikirkan akan tingkahnya
Yang melukiskan akan wajahnya
Bumbu asam saat kita dihindarinya
Bumbu pahit saat kita mengetahui ia telah termilki
Bumbu asin saat kita cemburu dan jealous dengannya
Bumbu manis saat kita dekat dengannya
Cinta itu takkan lengkap tanpa kerinduan
Yang merindu bagai bulu perindu
Menggelitik jiwa untuk bertemu
Dikala orang mulai merindu
Haus kering akan kasihnya
Tatkala itu juga perasaan tak dapat dibendung
Perasaan tak lagi berucap bohong
Rindu makin melumut jikalau ia menjauh
Rindu makin merindu jikalau ia menghindar
Cinta takkan sempurna tanpa kepercayaan
Kepercayaan modal kesetiaan
Kepercayaan terperangkap dalam fatamorgana
Ia mulai semu dan kabur saat tak lagi dirasa
Deringan nada cinta hanyalah kepercayaan
Sebagai ikatan percintaan
Kepercayaan sukar diterapkan
Ketika ia mulai menghindar
Kepercayaan tak lagi jujur dan mulai dipertanyakan
Menyerbu saat tau ia menduakan cinta.
Kesetiaan mulai menampakkan ikatan
Saat itulah timbul hubungan
Untuk memilikinya dengan sempurna
Cinta tak lengkap tanpa cemburu
Api cemburu selalu ingin mengikatnya erat
Hingga tak ada pujangga lain yang merampasnya
Cinta itu sebuah kebohongan
Cinta itu keangkuhan jiwa
Cinta itu ketiak jujuran
Cinta itu indah tetapi menyakitkan
Cinta itu kenangan terindah
Cinta itu berawal “tidak”diucapkannya
Cinta itu semanis cokelat dan selezat brownies
Saat orang jatuh cinta,cinta membuatnya gila
Cinta itu sulit ditebak
Kapan datangnya kita tidak akan berasa
Berisikan pura- pura akan sikap
Bersenandung lembut akan virusnya dihati
Beruntaian kata yang berujung tindakan
Beruntaian sikap yang berujung ikatan
Wahai pujangga cinta
Tahukah engkau,”Apa itu cinta?”
Cinta ituindah saat kita tulus memberi dan menerima kedatangannya
Tak ada pintu atau celah agar cinta bisa masuk
Yang ada hanya berisikan wewangian bunga- bunga
Berserakan dihati dan cintapun merasakannya indah
Cinta itu..bahagia,jika orang yang kita cintai tersenyum
Cinta itu..sedih,jika orang yang kita cintai terluka dan sakit
Semoga Kita Termasuk Orang Yang Mempunyai Cinta Dihati Dan Menyemainya Selalu Pada Orang Yang Kita Sayangi.